Dalam rangka memperingati
hari pohon sedunia Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Untan (BEM FP
UNTAN) bersama Generasi Cinta Indonesia (GCI) mengadakan kunjungan sekaligus
menanam mangrove di Rumah Mangrov Mempawah Mangrov Conservation (MMC) di
kabupaten mempawah. Peserta kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri dari
mahasiswa fakultas pertanian, delegasi GCI dan mahasiswa dari Unpad yang berjumlah 2 orang.
Kegiatan ini berlangsung
setengah hari yang dimulai dari pukul 06.30 mahasiswa berangkat dari pontianak
menggunakan sepeda motor dan sampai dikota mempawah pukul 07.45 berhenti tepat
di makam pahlawan mempawah, setelah beristirahat sejenak perjalanan dilanjutkan
menuju rumah mangrov yang memang tidak jauh dari makam pahlwan kota mempawah.
Perjalanan menuju rumah mangrov MMC harus dilanjutkan dengan berjalan kaki
karna tidak memungkinkan untuk menggunakan sepeda motor.
Sampai dirumah mangrove
mahasiswa disambut ramah oleh bang Fajar dan bang Yan yang merupakan penggagas awal
berdirinya MMC, acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh presiden mahasiswa
dan mentri soskemas BEM FP UNTAN sekaligus membuka kegiatan menanam pada hari
ini. Tetapi sebelum mahasiswa terjun langsung untuk menanam bang fajar
memberikan sedikit materi penjelasan tentang mangrove yang disampaikan dirumah
mangrove.
Dibuka dengan sedikit
perkenalan oleh pak fajar bahwa beliau ternyata bukanlah lulusan yang memiliki
background kehutanan melainkan ekonomi pariwisata di salah satu Universitas
yang ada di Bandung. Beliau menjelaskan tentang berbagai macam jenis-jenis
mangrove yang ada di Dunia maupun yang hidup disekitaran laut Indonesia dan
tercatat 69 jenis mangrove terdapat di Indonesia. hutan mangrove atau orang
pontianak biasa menyebut dengan hutan bakau ini merupkan komunitas vegetasi
yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut dan pantai berlumpur,
Tanaman mangrov ini bisa ditemukan di sepanjang garis pantai, mangrove tumbuh
baik di tepian sungai yang landai, lebih banyak tumbuh di daerah pantai dan
pulau yang terlindung.
Pada tahun 1989 pulau yang
terdapat di gambar dan tepian pantai merupakan satu daratan tetapi berjalannya
waktu pada 2014 abrasi mencapai 800 m hampir 1 km dan ternyata menurut data
yang didapat bang Fajar dari tahun 80an sampai sekarang rata-rata pantai yang
berada dikota mempawah mengalami abrasi hampir 1 Km. Mangrove sangat penting
bagi ekosistem alam terutama laut karna hutan mangrove merupakan habitat yang
dinamis penghubung antara daratan dan lautan selain itu mangrove juga berpungsi
sebagai penyaring polutan untuk melindungi rumput laut dan karang.
Dulu sebelum dilakukan
konservasi populasi mangrove semakin berkurang, apa yang menyebabkan mangrove
bisa hilang ?? pertama, penebangan oleh manusia, tradisi masyarakat pesisir
pantai biasa menggunakan pohon mangrove sebagai kayu bakar saat acara peringatan
hari-hari besar atau pernikahan dan kebutuhan sehari-hari. Kedua, tambak udang,
pembukaan tambak udang yang tidak memperhatikan lingkungan akan berdampak
negatif untuk wilayah pesisir pantai selain merusak mangrove pembukaan tambak
juga akan mempercepat abrasi dikarenakan saat gelombang tinggi dibulan
november-desember tanggul akan jebol dan daratan semakin terkikis. Ketiga,
industri seperti tilang minyak dll. Keempat, eksploitasi hutan yang berlebihan.
Banyak dari masyrakat kita
yang belum tahu manfaat mangrove dan inilah yang memicu Bg Fajar dan kawan-kawan
(dkk) untuk bisa berbagi pengetahuan melalui program pendidikan lingkungan
hidup yang diselengarakan disekolah-sekolah dengan harapan kesadaran ini tumbuh
pada diri pemuda-pemuda sehingga kedepan mangrove mendapat perhatian dan tidak
dieksploitasi tanpa memperhitungkan dampak lingungan.
Program MMC yang digawangi
bang fajar dkk ini tidak hanya sebatas menanam mangrov saja banyak program
strategis yang beliau jalankan salah satunya seperti program lingkungan hidup,
mangrov campaign, adopsi mangrov, pengolahan buah mangrov dan target terbesar
adalah menjadikan mangrov mempawah sebagai ecotourism. Dan sejak tahun 2011
sampai tahun 2015 MMC telah berhasil menanam phon manngrov berjumlah 102.000
pohon atau 10,8 Ha di berbagai desa sekitar kabupaten mempawah.
Pada awalnya memang berat
untuk melakukan kegiatan sosial karna pola fikir yang ada dimsyarakat setiap
kegiatan yang dilakukan merupaka proyek yang memiliki kucuran dana yang besar,
sehingga mengundang banyak prasangka negatif bahwa kami mengambil keuntungan
dari kerja yang kami jalani. Berawal dari kepedulian walaupun Bg fajar dkk
awalnya harus berjuang keras untuk tetap menajalankan misinya ini akhirnya
sekarang banyak yang melirik keberhasilan mereka dengan memberikan dana CSR
seperti Bank Indonesia, BRI Peduli, Hilo Green, Indofood dan WWF sehingga MMC
kini bisa semakin masiv dalam bergerak untuk kelestarian mangrov dimasa yang
akan datang.
Adapun manfaat hutan
mangrove adalah :
1.
Menajaga agar garis pantai tetap stabil
2.
Melindungi pantai dan sungai dari erosi dan
abrasi
3.
Menahan badai/angin kencang dari laut
4.
Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga
memungkinkan terbentuknya lahan baru
5.
Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi
menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar
6.
Mengolah limbah beracun, pengahsil O2 dan
penyerap CO2
7.
Tempat berlindung, bersarang dan
berkembangbiak dari burung dan satwa lain.
Dan materi diakhiri dengan
pemutaran vidio tentang alam bahwa sebenarnya alam tidak membutuhkan manusia, manusialah yang butuh dengan alam. so, ayo
kita peduli dengan lingkungan sekitar demi kelangsungan hidup dan lingkungan
dimasa yang akan datang, semoga kegiatan seperti ini terus digalakkan oleh
mahasiswa sehingga tertanam dalam diri generasi muda untuk semakin cinta dan
dapat bekerjasa melestarikkan alam.
Materi diakhiri dengan penyerahan
plakat oleh presma BEM FP UNTAN dan foto bersama. Setelah sesi materi selesai
kini tibalah untuk acara inti yaitu menanam mangrove yang tidak jauh dari rumah
mangrove. Semua mahasiswa antusias mengikuti kegiatan ini samapai selsai
walaupun harus berlumpur-lumpuran dan makan siang mengakhiri rangkaian kegiatan
BEM FP UNTAN bersama MMC pada hari ini. Setelah acara ditutup rombongan
melanjutkan perjalanan pulang menuju Pontianak dan sebagian berkunjung ketempat
rekreasi.
Foto-foto kegiatan :
Posted by : Menkesma BEM FP UNTAN
