Minggu, 22 November 2015

Peringati hari pohon sedunia BEM FP UNTAN lakukan penanaman mangrove bersama MMC (Mempawah Mangrove Conservation)






Dalam rangka memperingati hari pohon sedunia Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Untan (BEM FP UNTAN) bersama Generasi Cinta Indonesia (GCI) mengadakan kunjungan sekaligus menanam mangrove di Rumah Mangrov Mempawah Mangrov Conservation (MMC) di kabupaten mempawah. Peserta kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri dari mahasiswa fakultas pertanian, delegasi GCI dan mahasiswa dari Unpad yang berjumlah 2 orang. 

Kegiatan ini berlangsung setengah hari yang dimulai dari pukul 06.30 mahasiswa berangkat dari pontianak menggunakan sepeda motor dan sampai dikota mempawah pukul 07.45 berhenti tepat di makam pahlawan mempawah, setelah beristirahat sejenak perjalanan dilanjutkan menuju rumah mangrov yang memang tidak jauh dari makam pahlwan kota mempawah. Perjalanan menuju rumah mangrov MMC harus dilanjutkan dengan berjalan kaki karna tidak memungkinkan untuk menggunakan sepeda motor.

Sampai dirumah mangrove mahasiswa disambut ramah oleh bang Fajar dan bang Yan yang merupakan penggagas awal berdirinya MMC, acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh presiden mahasiswa dan mentri soskemas BEM FP UNTAN sekaligus membuka kegiatan menanam pada hari ini. Tetapi sebelum mahasiswa terjun langsung untuk menanam bang fajar memberikan sedikit materi penjelasan tentang mangrove yang disampaikan dirumah mangrove.

Dibuka dengan sedikit perkenalan oleh pak fajar bahwa beliau ternyata bukanlah lulusan yang memiliki background kehutanan melainkan ekonomi pariwisata di salah satu Universitas yang ada di Bandung. Beliau menjelaskan tentang berbagai macam jenis-jenis mangrove yang ada di Dunia maupun yang hidup disekitaran laut Indonesia dan tercatat 69 jenis mangrove terdapat di Indonesia. hutan mangrove atau orang pontianak biasa menyebut dengan hutan bakau ini merupkan komunitas vegetasi yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut dan pantai berlumpur, Tanaman mangrov ini bisa ditemukan di sepanjang garis pantai, mangrove tumbuh baik di tepian sungai yang landai, lebih banyak tumbuh di daerah pantai dan pulau yang terlindung.



Pada tahun 1989 pulau yang terdapat di gambar dan tepian pantai merupakan satu daratan tetapi berjalannya waktu pada 2014 abrasi mencapai 800 m hampir 1 km dan ternyata menurut data yang didapat bang Fajar dari tahun 80an sampai sekarang rata-rata pantai yang berada dikota mempawah mengalami abrasi hampir 1 Km. Mangrove sangat penting bagi ekosistem alam terutama laut karna hutan mangrove merupakan habitat yang dinamis penghubung antara daratan dan lautan selain itu mangrove juga berpungsi sebagai penyaring polutan untuk melindungi rumput laut dan karang.
 
Dulu sebelum dilakukan konservasi populasi mangrove semakin berkurang, apa yang menyebabkan mangrove bisa hilang ?? pertama, penebangan oleh manusia, tradisi masyarakat pesisir pantai biasa menggunakan pohon mangrove sebagai kayu bakar saat acara peringatan hari-hari besar atau pernikahan dan kebutuhan sehari-hari. Kedua, tambak udang, pembukaan tambak udang yang tidak memperhatikan lingkungan akan berdampak negatif untuk wilayah pesisir pantai selain merusak mangrove pembukaan tambak juga akan mempercepat abrasi dikarenakan saat gelombang tinggi dibulan november-desember tanggul akan jebol dan daratan semakin terkikis. Ketiga, industri seperti tilang minyak dll. Keempat, eksploitasi hutan yang berlebihan.

Banyak dari masyrakat kita yang belum tahu manfaat mangrove dan inilah yang memicu Bg Fajar dan kawan-kawan (dkk) untuk bisa berbagi pengetahuan melalui program pendidikan lingkungan hidup yang diselengarakan disekolah-sekolah dengan harapan kesadaran ini tumbuh pada diri pemuda-pemuda sehingga kedepan mangrove mendapat perhatian dan tidak dieksploitasi tanpa memperhitungkan dampak lingungan.

Program MMC yang digawangi bang fajar dkk ini tidak hanya sebatas menanam mangrov saja banyak program strategis yang beliau jalankan salah satunya seperti program lingkungan hidup, mangrov campaign, adopsi mangrov, pengolahan buah mangrov dan target terbesar adalah menjadikan mangrov mempawah sebagai ecotourism. Dan sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 MMC telah berhasil menanam phon manngrov berjumlah 102.000 pohon atau 10,8 Ha di berbagai desa sekitar kabupaten mempawah.

Pada awalnya memang berat untuk melakukan kegiatan sosial karna pola fikir yang ada dimsyarakat setiap kegiatan yang dilakukan merupaka proyek yang memiliki kucuran dana yang besar, sehingga mengundang banyak prasangka negatif bahwa kami mengambil keuntungan dari kerja yang kami jalani. Berawal dari kepedulian walaupun Bg fajar dkk awalnya harus berjuang keras untuk tetap menajalankan misinya ini akhirnya sekarang banyak yang melirik keberhasilan mereka dengan memberikan dana CSR seperti Bank Indonesia, BRI Peduli, Hilo Green, Indofood dan WWF sehingga MMC kini bisa semakin masiv dalam bergerak untuk kelestarian mangrov dimasa yang akan datang.

Adapun manfaat hutan mangrove adalah :

1.    Menajaga agar garis pantai tetap stabil
2.    Melindungi pantai dan sungai dari erosi dan abrasi
3.    Menahan badai/angin kencang dari laut
4.    Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru
5.    Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar
6.    Mengolah limbah beracun, pengahsil O2 dan penyerap CO2
7.    Tempat berlindung, bersarang dan berkembangbiak dari burung dan satwa lain.

Dan materi diakhiri dengan pemutaran vidio tentang alam bahwa sebenarnya alam tidak membutuhkan manusia,  manusialah yang butuh dengan alam. so, ayo kita peduli dengan lingkungan sekitar demi kelangsungan hidup dan lingkungan dimasa yang akan datang, semoga kegiatan seperti ini terus digalakkan oleh mahasiswa sehingga tertanam dalam diri generasi muda untuk semakin cinta dan dapat bekerjasa melestarikkan alam.

Materi diakhiri dengan penyerahan plakat oleh presma BEM FP UNTAN dan foto bersama. Setelah sesi materi selesai kini tibalah untuk acara inti yaitu menanam mangrove yang tidak jauh dari rumah mangrove. Semua mahasiswa antusias mengikuti kegiatan ini samapai selsai walaupun harus berlumpur-lumpuran dan makan siang mengakhiri rangkaian kegiatan BEM FP UNTAN bersama MMC pada hari ini. Setelah acara ditutup rombongan melanjutkan perjalanan pulang menuju Pontianak dan sebagian berkunjung ketempat rekreasi.

Foto-foto kegiatan :



Posted by : Menkesma BEM FP UNTAN